Dalam perjalanan karier saya, nasihat ayah menjadi salah satu pegangan utama. Beliau selalu menekankan bahwa kecerdasan dan kerja keras saja tidak cukup. Ada faktor lain yang harus diperhitungkan: jaringan, strategi, dan kemampuan membaca situasi. Ayah sering berkata, “Jangan hanya fokus pada keahlian, tapi juga pahami dinamika di sekitarmu. Karier bukan hanya soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang bisa beradaptasi dengan baik.”
Saya masih ingat bagaimana beliau mendorong saya untuk memperluas pergaulan, membangun hubungan dengan berbagai pihak, dan memahami politik di lingkungan birokrasi. Awalnya, saya berpikir bahwa cukup dengan bekerja sebaik mungkin, hasilnya akan mengikuti. Namun, pengalaman menunjukkan bahwa tidak sesederhana itu. Ada faktor tak terlihat yang ikut menentukan siapa yang mendapatkan kesempatan dan siapa yang harus menunggu lebih lama.
Di sisi lain, ibu memiliki cara pandang yang berbeda. Baginya, keberhasilan saya bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi juga tentang nilai-nilai yang saya pegang selama menjalani perjalanan ini. “Jangan sampai kamu kehilangan jati diri hanya demi mencapai sesuatu,” katanya suatu hari. Meskipun mengalami demensia, ibu tetap menjadi sumber inspirasi. Ia mungkin tidak selalu ingat detail perjalanan saya, tetapi saya tahu bahwa setiap langkah yang saya ambil adalah bagian dari mimpi dan harapannya.
Politik dalam birokrasi adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Saya melihat bagaimana keputusan-keputusan penting sering kali dipengaruhi oleh pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar kompetensi teknis. Ada banyak variabel yang harus dimainkan dengan bijak. Ayah mengajarkan saya untuk tidak hanya menjadi pemain yang baik, tetapi juga memahami bagaimana permainan itu berjalan.
Dukungan keluarga menjadi penopang utama di setiap tantangan yang saya hadapi. Dalam banyak momen sulit, saya kembali pada nasihat ayah dan harapan ibu. Mereka menjadi pengingat bahwa apa pun yang saya capai bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mereka yang telah memberi saya landasan kokoh dalam hidup. Saya tidak tahu persis bagaimana masa depan akan berjalan, tetapi saya yakin bahwa setiap langkah yang saya ambil telah digariskan oleh takdir yang lebih besar dari sekadar ambisi pribadi.