Lahir di Bandung: Awal Perjalanan Ari Satria (2)

Saya lahir di Bandung, kota yang dikenal dengan sebutan Paris van Java, pada tahun 1967. Meskipun saya dari keluarga sederhana, kedua orang tua saya sangat menjunjung tinggi pendidikan. Mereka adalah alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan selalu mengajarkan pentingnya kerja keras dan ketekunan untuk meraih impian.

Ibu saya, yang berasal dari Tanjung Karang, Lampung, pernah kuliah di Teknik Sipil ITB sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia. Beliau adalah salah satu dari sedikit perempuan pada zamannya yang berhasil masuk ke jurusan teknik yang didominasi laki-laki. Perjuangannya dalam menghadapi stereotip dan tantangan selalu menjadi inspirasi bagi saya. Pesan beliau yang selalu saya ingat adalah, “Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha.”

Ayah saya berasal dari Blitar, Jawa Timur, dan merupakan lulusan tercepat serta terbaik di ITB pada masanya. Beliau dikenal karena ketekunan dan kegigihannya. Ayah sering berkata, “Jika kami bisa, kamu harus bisa lebih.” Kata-kata ini selalu terukir dalam benak saya dan menjadi motivasi untuk selalu berusaha melampaui segala keterbatasan.

Walaupun saya tumbuh dalam keluarga yang sangat mendukung, perjalanan hidup saya tidak selalu mudah. Pendidikan selalu menjadi prioritas utama, dan kedua orang tua saya memastikan saya mendapatkan lingkungan belajar yang baik. Namun, tantangan selalu ada dan terus menguji saya.

Masa kecil saya diwarnai dengan petualangan berpindah-pindah kota, mengikuti jejak orang tua. Saya sempat bersekolah di Lampung Tengah, Malang, dan Bogor, sebelum akhirnya menetap dan menyelesaikan pendidikan dasar di Jakarta.

Bandung, meskipun hanya saya tinggali selama setahun, menyimpan banyak cerita tentang semangat, disiplin, dan mimpi-mimpi besar. Lingkungan keluarga yang penuh dukungan dan inspirasi menjadi fondasi yang kuat bagi perjalanan hidup saya. Kota ini, dengan segala dinamikanya, turut membentuk saya menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top