A house that we used to call a home

Dunia terus berputar. Kita semua sadar bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Walau kadang kita berharap ada hal-hal dalam hidup kita yang “stand still”.

1976, saat pertama keluarga kami pindah ke area Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Tentunya saat itu suasananya jauh berbeda dengan kondisi saat ini.

Selama sekitar 40 tahun, kami (Mamah, saya, adik saya dan juga tidak terlalu lama, Papah) tinggal di rumah ini. Begitu banyak suka duka dan kesan mendalam terutama untuk saya pribadi.

Di sini kami membangun kehidupan kami, selangkah demi selangkah mengejar cita-cita, menyelesaikan pendidikan, memulai pekerjaan, menikah dan seribu satu kenangan keluarga kami ukir di kediaman kami ini.

Hari ini, dengan sangat terpaksa kami harus melepas tempat penuh kenangan ini.

“Istana” dunia ini akan tetap memiliki tempat di hati kami dan selalu akan menjadi bagian dari hidup kami. Semoga langkah kami selanjutnya selalu membawa berkah dan menciptakan kenangan baru yang lebih baik. Aamiin YRA.

Jl. Anggur Barat I no. 9, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan 12410
Minggu, 13 Oktober 2024

R7 1024x600
R5 1024x600
R6 1024x600
R7 1024x600

1 komentar untuk “A house that we used to call a home”

  1. Bang Ari, tulisan ini penuh dengan kehangatan dan makna yang begitu mendalam. Rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi saksi bisu dari perjalanan hidup dan cinta keluarga. Melepasnya pasti berat, apalagi dengan semua kenangan yang telah terukir. Namun, langkah baru ini semoga menjadi babak yang lebih indah dan penuh berkah untuk Bang Ari dan keluarga.

    Memang, dunia terus berputar, dan perubahan adalah bagian dari hidup. Yang penting, kenangan itu selalu hidup di hati, menjadi kekuatan dan inspirasi untuk terus melangkah. Semoga setiap jejak langkah baru membawa kebahagiaan dan cerita indah lainnya. Aamiin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top