Produk Kreatif Indonesia Kian Diminati Pasar Global, Ari Satria Dorong UMKM Naik Kelas

Jakarta • 21 Mei 2026

Produk kreatif Indonesia semakin menunjukkan daya saing di pasar internasional. Kinerja ekspor pada triwulan pertama 2026 memperlihatkan tren positif sekaligus menegaskan besarnya peluang bagi produk berbasis budaya, kreativitas, dan inovasi untuk menembus pasar global.

Ari Satria memberikan keterangan pers
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, memberikan keterangan pers di sela diskusi Weaving Stories: Dialog Artisan & Desainer di Alun Alun Indonesia, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Klik gambar untuk melihat ukuran penuh.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria, mengatakan produk kreatif Indonesia memiliki peluang yang semakin besar di pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, ekspor produk kreatif mencatat kinerja yang positif dengan pasar utama meliputi Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Singapura, hingga sejumlah negara di Eropa.

"Produk kreatif Indonesia memiliki potensi yang besar di pasar global. Periode Januari hingga Maret 2026 menunjukkan performa yang positif dengan pasar utama di Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Singapura, hingga Eropa."

Menurut Ari, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pasar global semakin menghargai produk yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat. Tren konsumen dunia kini mengarah pada produk yang sustainable, menggunakan bahan alami, dibuat secara handmade, serta memiliki cultural storytelling yang autentik.

Wastra Nusantara Semakin Berpeluang

Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah wastra Nusantara, termasuk kain tenun beserta berbagai produk turunannya. Kekayaan motif, filosofi, dan proses pembuatannya menjadi nilai tambah yang membedakan produk Indonesia di pasar internasional.

Untuk memperkuat daya saing tersebut, Kementerian Perdagangan terus memperluas berbagai program pendampingan bagi pelaku UMKM kreatif. Program tersebut meliputi klinik desain, pengembangan produk, penyempurnaan kemasan, visual branding, hingga mempertemukan perajin dengan desainer profesional agar lebih siap memasuki pasar ekspor.

Salah satu contoh keberhasilan pembinaan tersebut adalah Rumah Tenun Magelang (Rutema) yang berhasil memperluas jangkauan pasarnya melalui peningkatan kualitas desain dan inovasi produk.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Ari berharap kolaborasi antara perajin, desainer, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat agar produk kreatif Indonesia mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan identitas budaya bangsa.

"Semoga semakin banyak UMKM Indonesia yang berani berinovasi dan mendunia. Kami berharap kegiatan ini membuka lebih banyak ruang kolaborasi sekaligus semakin memperkuat posisi produk kreatif Indonesia di pasar dunia."
Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan penulisan ulang dan pengembangan editorial berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh ANTARA, dengan penyesuaian gaya bahasa untuk kebutuhan publikasi di AriBerbagi.com.

Sumber:
ANTARA – Kemendag Sebut Produk Kreatif Indonesia Diminati di Pasar Global
Scroll to Top