UMN Digandeng Kemendag Tingkatkan Nilai Tambah Produk Ekspor Indonesia

UMN Digandeng Kemendag Tingkatkan Nilai Tambah Produk Ekspor Indonesia

JAKARTA — Jumat, 10 Mei 2019 | Auditorium Kementerian Perdagangan

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendongkrak nilai tambah produk ekspor Indonesia, khususnya di sektor kerajinan lokal agar mampu bersaing di kancah global.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Pengembangan Produk Ekspor (P2E) Kemendag, Ari Satria, bersama Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama UMN, Prof. Muliawati G. Siswanto. Acara berlangsung di Auditorium Kementerian Perdagangan pada 10 Mei 2019.

Ketua Dekranasda DKI Jakarta, Wakil Rektor IV UMN, Dirjen PEN Kemendag
Ketua Dekranasda DKI Jakarta, Wakil Rektor IV UMN, Dirjen PEN Kemendag (dok.UMN)

Sinergi Tiga Pilar: Pemerintah, Industri, dan Pendidikan

Dalam sambutannya, Prof. Muliawati mengungkapkan antusiasmenya atas kolaborasi yang menyatukan tiga elemen penting ini.

“Kerja sama ini mencakup unsur Pemerintah—Kemendag, Industri—Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, dan Pendidikan—UMN. Kami senang sekali diberi kesempatan ini dan berharap dapat berkontribusi nyata untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor Indonesia agar dapat bersaing di mancanegara,” ujar Prof. Muliawati.

Melalui kemitraan ini, UMN akan berperan aktif dengan merekomendasikan para desainer komunikasi visual terbaik guna mendukung kegiatan Klinik Desain di Indonesia Design Development Center (IDDC) yang telah berjalan sejak 2017.

Prof. Muliawati dan Ari Satria
Prof. Muliawati dan Ari Satria (dok.UMN)

Sentuhan Desain sebagai Kunci Daya Saing

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda, menekankan pentingnya peran desain dalam mendorong ekspor non-migas. Menurutnya, kualitas desain adalah faktor krusial yang dapat melipatgandakan nilai jual suatu produk.

Sebagai ilustrasi, Arlinda mengenang bagaimana sebuah produk kursi karya anak bangsa mengalami lonjakan nilai ekonomi yang drastis setelah mendapatkan sentuhan desain yang tepat.

“Ketika dilakukan sentuhan desain, nilai satu kursi saja bisa mencapai 1.350 euro,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur P2E Kemendag Ari Satria menjelaskan bahwa UMN diposisikan sebagai hub yang menjembatani dan memberikan pendampingan langsung bagi para pengrajin.

“UMN bisa menjadi hub dan memberikan konsultasi desain kepada para pengrajin. Para konsultan UMN yang sudah terdaftar di IDDC juga dapat memberikan layanan konsultasi dengan tetap mengikuti standar dari Kemendag,” tambah Ari.
Dokumentasi Kerja Sama UMN dan Kemendag

Harapan Besar untuk Pasar Internasional

Dukungan penuh juga datang dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati. Ia berharap kolaborasi ini menjadi jalan bagi karya-karya pengrajin ibu kota untuk menembus pasar internasional.

“Terima kasih atas kesempatan pendampingan ini. Sebagai wadah bagi pengrajin ibu kota, kami wajib mengembangkan program yang dapat meningkatkan kapasitas mereka. Produk kerajinan yang baik tentu tidak lepas dari desain dan komunikasi visual yang mumpuni. Kami harap produk-produk kami bisa menembus pasar global,” ungkap Fery.

IDDC sendiri hadir sebagai fasilitas dan pusat pelayanan untuk pengembangan desain komunikasi visual. Melalui kerja sama berdurasi dua tahun yang akan dievaluasi secara berkala ini, sinergi antara Kemendag, Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, dan UMN diyakini mampu semakin memperkuat kinerja ekspor non-migas Indonesia di sektor kerajinan.

Scroll to Top