Fokus utama kami saat itu sederhana namun esensial: memastikan infrastruktur perdagangan berfungsi optimal. Kami menyusuri beberapa titik strategis, mulai dari Pasar Wakuru, Pasar Laino, hingga Pasar Guali.
Bagi saya, pasar tradisional selalu menjadi "laboratorium" ekonomi yang paling jujur. Di sanalah kita bisa melihat denyut daya beli masyarakat dan perputaran arus barang pokok secara apa adanya, tanpa rekayasa. Namun, di balik geliat transaksi harian tersebut, ada satu titik yang menyita perhatian khusus saya sebagai Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif: kunjungan ke Sentra Tenun Waulai di Muna Barat.
Berdiri di hadapan para perajin tenun di sana, potensi besar terbentang nyata. Jemari mereka terampil merangkai motif-motif khas Muna yang sarat dengan nilai filosofis dan estetika tinggi. Inilah modal utama yang kuat untuk bersaing di pasar global.
Dalam diskusi hangat di lapangan bersama para perajin, kami mengerucutkan beberapa langkah strategis agar tenun ini bisa naik kelas:
Mendampingi Ibu Wamendag menembus Pulau Muna memperkuat keyakinan saya pada satu hal: kunci pertumbuhan ekonomi daerah terletak pada kolaborasi yang apik antara pembangunan fisik—seperti revitalisasi pasar—dan pengembangan konten produk kreatif. Infrastruktur pasar yang nyaman tidak hanya melancarkan distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi etalase strategis bagi karya-karya lokal untuk diakses masyarakat luas maupun wisatawan.
Melalui ariberbagi.com, saya ingin mengajak kita semua untuk lebih peduli dan bangga pada karya anak bangsa. Dari sudut Pulau Muna ini, kita kembali diingatkan bahwa mutiara terpendam itu tersebar di seluruh pelosok negeri. Tugas kita bersama adalah mengasahnya, agar kelak bersinar terang di panggung dunia.
Notifikasi