Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria, mengatakan produk kreatif Indonesia memiliki peluang yang semakin besar di pasar internasional. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, ekspor produk kreatif mencatat kinerja yang positif dengan pasar utama meliputi Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Singapura, hingga sejumlah negara di Eropa.
Menurut Ari, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pasar global semakin menghargai produk yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat. Tren konsumen dunia kini mengarah pada produk yang sustainable, menggunakan bahan alami, dibuat secara handmade, serta memiliki cultural storytelling yang autentik.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah wastra Nusantara, termasuk kain tenun beserta berbagai produk turunannya. Kekayaan motif, filosofi, dan proses pembuatannya menjadi nilai tambah yang membedakan produk Indonesia di pasar internasional.
Untuk memperkuat daya saing tersebut, Kementerian Perdagangan terus memperluas berbagai program pendampingan bagi pelaku UMKM kreatif. Program tersebut meliputi klinik desain, pengembangan produk, penyempurnaan kemasan, visual branding, hingga mempertemukan perajin dengan desainer profesional agar lebih siap memasuki pasar ekspor.
Salah satu contoh keberhasilan pembinaan tersebut adalah Rumah Tenun Magelang (Rutema) yang berhasil memperluas jangkauan pasarnya melalui peningkatan kualitas desain dan inovasi produk.
Ari berharap kolaborasi antara perajin, desainer, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat agar produk kreatif Indonesia mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan identitas budaya bangsa.
Notifikasi