Kolaborasi UI, Kementerian Perdagangan RI, dan PT Kilang Pertamina International
21 Maret 2026 • Kuliah Tamu • Class C232 MM UI
Pada sesi kuliah tamu yang diadakan oleh class c232 MM UI, tema “Leading Digital Natives at Work” menjadi fokus pembahasan. Acara ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Ari Satria, S.E., M.A., Sekretaris Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag RI, dan Tenny Elfrida, Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT Kilang Pertamina International, serta dipandu oleh moderator Ghaissani Elsa dan Mohamad Eran.
Highlight Diskusi: Menavigasi Generasi Digital Natives di Dunia Kerja
Generasi digital natives, yang lahir dan tumbuh di era digital, membawa peluang sekaligus tantangan di dunia kerja. Generasi ini dikenal dengan kemampuan universal, cepat beradaptasi dengan teknologi, serta pengambil keputusan yang tanggap. Namun, perbedaan gaya komunikasi dan cara kerja antar generasi menjadi tantangan tersendiri.
Menurut pembicara, bonus demografi Indonesia saat ini mencatatkan sekitar 60-70% pekerja berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Generasi ini dominan di berbagai instansi dan perusahaan, termasuk di Kementerian Perdagangan dan PT Kilang Pertamina International.
Tantangan & Peluang dalam Kolaborasi Antar Generasi
- Adaptasi Teknologi: Kementerian Perdagangan telah menerapkan sistem berbasis elektronik untuk efisiensi kerja. Di sisi lain, PT Kilang Pertamina memanfaatkan otomasi dalam seluruh proses bisnis untuk meningkatkan analisis data.
- Gap Generasi dalam Komunikasi: Generasi lebih senior sering kali kesulitan memahami preferensi komunikasi digital natives. Sebaliknya, generasi muda merasa senior kurang fleksibel dengan pendekatan digital. Hal ini memicu konflik kecil yang membutuhkan solusi komunikasi lintas generasi.
- Peran Digital Natives di Organisasi: Generasi muda sering terlibat dalam analisis data dan implementasi teknologi baru karena kecepatan dan pengetahuan mereka terhadap aplikasi digital. Namun, pembentukan karakter dan kemampuan interpersonal tetap menjadi fokus pembinaan.
Solusi untuk Mengelola Perbedaan Generasi
- Pendekatan Adaptif: Pentingnya bagi setiap generasi untuk belajar memahami kebutuhan satu sama lain. Misalnya, senior diharapkan lebih terbuka terhadap teknologi, sementara generasi muda perlu menghormati budaya kerja yang ada.
- Pemetaan Kompetensi SDM: Identifikasi kebutuhan kompetensi melalui analisis beban kerja dan asesmen berkala untuk memastikan kolaborasi berjalan efektif.
- Pengembangan Soft Skill: Soft skill, seperti kemampuan bekerja sama, empati, dan adaptasi, menjadi nilai tambah dalam merekrut maupun mempromosikan karyawan.
Perubahan cepat dalam dunia kerja memerlukan penyesuaian budaya organisasi yang lebih fleksibel. Digital natives dapat menjadi penggerak transformasi digital, namun penting untuk menjaga harmoni dalam kolaborasi lintas generasi.
Artikel • 21 Maret 2026 • Kuliah Tamu MM UI • Kementerian Perdagangan RI & PT Kilang Pertamina International